- Ini adalah cerita tentang Meera dan Sam, seorang perempuan dan laki-laki dewasa, yang empat bagiannya saya tulis dalam #30haribercerita di Instagram.
- "Saya menggunakan hastag #ceritafiksi", that's what I answered ketika ada yang bertanya, "Ini kisah nyata?"
- Menurutmu? Ini fiksi atau nyata? Atau bisa jadi kamu ada di dalamnya? Atau kamu akan ada di dalamnya? Iya, karena kisah masih menungggu waktu untuk menyelesaikannya. Dan mungkin juga menunggumu.
MUURGEDICHTEN
------------------------------
Kamu pernah mendengar cerita tentang kota 101 puisi?
Kota di mana syair-syair indah dalam berbagai bahasa, karya para penyair dari berbagai belahan dunia, diabadikan menjadi penghias tembok-tembok kota.
.
Kamu pernah mendengar cerita tentang kota tua yang cantik?
Kota yang dipenuhi dermaga, di mana kapal-kapal kecil bersandar rapi di tepian sungai yang juga sangat cantik.
.
Atau kamu pernah mendengar cerita tentang kota yang menyimpan banyak kepingan sejarah Indonesia?
Kota yang menjadi saksi bisu perjuangan para bapak bangsa.
.
Kota tua yang cantik, yang dihiasi 101 puisi, yang menyimpan banyak kepingan sejarah Indonesia itu bernama LEIDEN.
.
Dan malam itu, di salah satu sudut kota Leiden, sepasang anak manusia berdiri sejajar, menatap barisan lampu kota yang bercermin di wajah sungai Rijn.
.
Lama mereka terdiam, sampai suara lirih tertahan memecah keheningan,
"Kita di friend zone?", tanya Meera.
"Iya.", jawab Sam.
------------------------------
(to be continued)
------------------------------
Dulu aku berpikir, tak ada yang salah dengan rindu
Bahkan ketika kamu merindukan orang yang sama sekali tidak tahu bahwa kamu merindukannya
Tapi ternyata itu salah
Bahkan sangat salah
보고파 보고파서 그대가 보고파서
매일 난 혼자서만 그대를 부르고 불러봐요
------------------------------
#ceritafiksi001 #meerasam #leiden #becauseimissyou #30hbclagu #30haribercerita #30hbc1715 @30haribercerita
Senin, 20 Februari 2017
Lautan dan Samudra (Meera-Sam)
Kamis, 05 Januari 2017
Bukan Sri Ningsih
Jangan telat menikah, orang-orang tidak akan bertanya, "hartamu berapa?", tapi mereka akan bertanya, "anakmu berapa?".
Dulu aku hanya diam, membiarkan pesan itu terbaca tanpa balasan.
Ahhh, wanita sebaik itu, mungkin dia juga hanya bisa diam, tapi diamnya pasti bukan diam yang menahan rasa sakit. Diamnya pasti diam yang ikhlas, diam yang memeluk rasa sakit. Karna rasa cinta pada sahabat telah melebihi rasa sesakit apapun yang pernah dirasakannya.
Tapi aku bukan Sri Ningsih, aku Sri Rejeki, yang masih tertatih berjalan menuju titik di mana aku bisa menerima dengan ikhlas setiap kejadian menyakitkan. Iya, menyakitkan ketika seseorang yang kamu anggap sahabat, ternyata menghakimimu dengan begitu mudah. Menyimpulkan bahwa "harta" adalah alasan kenapa sampai sekarang kamu belum menikah, bahkan tanpa rasa ingin mendengarkan kejadian-kejadian yang telah kamu lewati.
Ahhh, untuk apa juga dia mendengarkan jika apa yang dia lihat menurutnya sudah cukup untuk bisa membuat kesimpulan. Dia mungkin tak memerlukan kerangka pemikiran, hipotesis, apalagi analisis.
Sorry for never respond your message. It's not because I hate you, but I love you, and I'm afraid that my words will become swords.
Untuk setiap orang yang kebetulan membaca postingan ini, mengertilah, "Jangan telat menikah, Jangan telat punya anak, itu berbeda dengan Jangan telat makan" ☺
Itu adalah bunyi pesan singkat dari salah satu sahabatku beberapa tahun yang lalu. Pesan yang sampai sekarang tidak mampu aku balas, karna bagiku itu terlalu menyakitkan.
Dulu aku hanya diam, membiarkan pesan itu terbaca tanpa balasan.
Sekarang, setelah membaca kisah Ibu Sri Ningsih di novel Tentang Kamu, aku jadi seperti Zaman Zulkarnaen yang lantas berpikir, bagaimana jika kalimat itu ditujukan untuk Ibu Sri Ningsih? Kira-kira bagaimana beliau meresponnya?
Ahhh, wanita sebaik itu, mungkin dia juga hanya bisa diam, tapi diamnya pasti bukan diam yang menahan rasa sakit. Diamnya pasti diam yang ikhlas, diam yang memeluk rasa sakit. Karna rasa cinta pada sahabat telah melebihi rasa sesakit apapun yang pernah dirasakannya.
Tapi aku bukan Sri Ningsih, aku Sri Rejeki, yang masih tertatih berjalan menuju titik di mana aku bisa menerima dengan ikhlas setiap kejadian menyakitkan. Iya, menyakitkan ketika seseorang yang kamu anggap sahabat, ternyata menghakimimu dengan begitu mudah. Menyimpulkan bahwa "harta" adalah alasan kenapa sampai sekarang kamu belum menikah, bahkan tanpa rasa ingin mendengarkan kejadian-kejadian yang telah kamu lewati.
Ahhh, untuk apa juga dia mendengarkan jika apa yang dia lihat menurutnya sudah cukup untuk bisa membuat kesimpulan. Dia mungkin tak memerlukan kerangka pemikiran, hipotesis, apalagi analisis.
Sorry for never respond your message. It's not because I hate you, but I love you, and I'm afraid that my words will become swords.
Untuk setiap orang yang kebetulan membaca postingan ini, mengertilah, "Jangan telat menikah, Jangan telat punya anak, itu berbeda dengan Jangan telat makan" ☺
Rabu, 07 Desember 2016
I CARE
I CARE
I will always CARE
And it's my problem
Aku selalu memperhatikanmu
Bahkan ketika mungkin kau tak pernah sekalipun melihatku
Aku selalu memikirkanmu
Bahkan ketika mungkin aku tak pernah sekalipun terlintas dalam pikiranmu
Mungkin aku terlambat
Terlambat menyadari, ketika memperhatikanmu dan memikirkanmu terlanjur menjadi candu
Terlambat menyadari bahwa saat ini aku bukanlah apa-apa bagimu dan bahwa saat ini tidak ada apa-apa di antara kita
Aku terlanjur menceritakan tentang kamu padaNya, satu-satunya tempat di mana aku bisa bercerita
Menceritakan tentang ketidakberdayaanku atau lebih tepatnya kebodohanku
Dan entah I CARE or I'M STUPID
Note:
I is not always I'M
I will always CARE
And it's my problem
Aku selalu memperhatikanmu
Bahkan ketika mungkin kau tak pernah sekalipun melihatku
Aku selalu memikirkanmu
Bahkan ketika mungkin aku tak pernah sekalipun terlintas dalam pikiranmu
Mungkin aku terlambat
Terlambat menyadari, ketika memperhatikanmu dan memikirkanmu terlanjur menjadi candu
Terlambat menyadari bahwa saat ini aku bukanlah apa-apa bagimu dan bahwa saat ini tidak ada apa-apa di antara kita
Aku terlanjur menceritakan tentang kamu padaNya, satu-satunya tempat di mana aku bisa bercerita
Menceritakan tentang ketidakberdayaanku atau lebih tepatnya kebodohanku
Dan entah I CARE or I'M STUPID
Note:
I is not always I'M
Senin, 05 Desember 2016
Tentang CINTA
Rabu, 30 November 2016
Perempuan dan Persahabatan
Perempuan galak: "Gimana kabar kakak itu?" (kakak refers to seorang laki-laki baik yang pernah membuat hati perempuan baper terluka)
Perempuan setrong: "Astaga, perempuan galak ni pertanyaannya serem nian"
Perempuan baper: "Nggak papa kok, I'm okay, lukaku sudah kering"
Perempuan puitis: "Iya kering, macam keringnya tanah, kena gerimis dikit juga basah" :D
Perempuan pedes: "Hahaha keren nih kata-katanya, bisa dijadiin status..., makin pujangga aja lu.." :D
Perempuan setrong: "Kalo luka kering mah waktu dikelupas masih ada bekasnya mbak, masih jadi bisa bikin galau.." :D
Sepenggal percakapan "penting" malam ini, ketika enam perempuan berbeda yang pernah ditakdirkan bersama, membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak pernah mengurangi hangatnya persahabatan mereka. Malam ini percakapan mereka minus perempuan rempong, yang sore ini menjadi perempuan kedua dari "geng" ini yang akan dipanggil "ibu" oleh seorang bayi mungil yang cantik.
Saya bersyukur menjadi bagian dari 7 perempuan ini, kamu bisa menebak saya yang mana? :D
Minggu, 27 November 2016
Feeling Undescibable
Ya Alloh...
Apa yang harus dilakukan oleh seorang manusia yang benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan?
Feeling undescribable, thanks for saving me today, trima kasih telah memberi saya kesempatan kedua, terima kasih telah membuat saya merasakan panasnya api di dunia, yang hanya sepersekian panasnya api neraka.
Thanks for reminding me, mengingatkan saya bahwa Engkau benar-benar tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan, mengingatkan saya bahwa ketika pun seluruh dunia tidak lagi ada untukmu, Alloh ada dan akan selalu ada...
Apa yang harus dilakukan oleh seorang manusia yang benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan?
Feeling undescribable, thanks for saving me today, trima kasih telah memberi saya kesempatan kedua, terima kasih telah membuat saya merasakan panasnya api di dunia, yang hanya sepersekian panasnya api neraka.
Thanks for reminding me, mengingatkan saya bahwa Engkau benar-benar tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan, mengingatkan saya bahwa ketika pun seluruh dunia tidak lagi ada untukmu, Alloh ada dan akan selalu ada...
Senin, 21 November 2016
God Always Knows, God Always Listen
Seorang sahabat mengatakan, "ketika satu-satunya jalan keluar itu menyakitimu, tak ada pilihan selain berusaha kuat"
Iya, berusaha kuat, sambil terus berharap bahwa Alloh akan membuat kita benar-benar kuat.
"Dan entah kenapa, justru aku sering dihadapkan pada hal2 yang aku takuti", tuturnya.
Everything happens for a reason, kamu percaya itu kan?
Put your trust on Alloh...
For every pain you feel, God always knows
For every prayer you whisper, God always listen
Iya, berusaha kuat, sambil terus berharap bahwa Alloh akan membuat kita benar-benar kuat.
"Dan entah kenapa, justru aku sering dihadapkan pada hal2 yang aku takuti", tuturnya.
Everything happens for a reason, kamu percaya itu kan?
Put your trust on Alloh...
For every pain you feel, God always knows
For every prayer you whisper, God always listen
Langganan:
Postingan (Atom)
